Sebelum Fajar menyingsing, takbir bergema di luasnya cakrawala, menyebut nama sang pencipta saling bersahut-sahutan. Perlahan-lahan sang Surya mulai menampakkan sinarnya menunggu Detik-detik persembahan seorang hamba untuk khalik-Nya. Ketika semua proses persembahan sudah selesai, terbersit perasaan lega dihati bahwa kita sudah mampu berkurban atas nama sang khalik bukan atas nama yang lain.

Itulah sedikit ilustrasi dalam proses kurban pada hari raya idul adha. Sesungguhnya hari raya idul adha merupakan hari raya yang mempunyai hikmah yang sangat besar. Salah satunya adalah sebagai wahana solidaritas sosial. Mengapa demikian, karena dengan berkurban kita diajarkan untuk dapat melatih kepekaan sosial dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang belum beruntung dalam hal kesejahteraan. Sehingga dengan berkurban dapat menjadi Kompas kita untuk menjaga rasa kepedulian sosial kita. Berkurban pada saat sekarang ini bak Pelita didalam kegelapan, dimana dengan situasi ekonomi yang sedang terpuruk daging kurban menjadikan Sinar Harapan dan suatu berkah yang besar bagi saudara-saudara kita yang hanya bisa menikmati rasanya daging hanya pada hari raya idul adha.

Jadi dengan berkurban dapat menjadikan kita sebagai orang yang Bernas dalam menyikapi kesetiakawanan sosial juga menjadi orang yang selalu Waspada akan terjadinya penurunan kesetiakawanan sosial pada diri kita. Semoga hari raya idul adha kali ini bisa membawa manfaat yang lebih besar tidak hanya untuk yang berkurban tetapi juga bagi yang menerima daging kurban.

16 Responses to “Idul Adha Sebagai Wahana Solidaritas Sosial”

  1. cebong ipiet Says:

    wew, nama nama surat kabar
    bisa aja nyambunginnya
    kapan niy spesies amphibi di ekspos, cebong, kodok, kadal dan kawan2
    *siapa yg sudi seraching dg keyword macem begitu Bong? T_T

    smg taon depan di beri rejeki lbh lagi, biar bisa berbagi, amiiin

  2. cantigi™ Says:

    theme_nya sm dg cantigi ya. keren, simple & bersih.. ^_^

  3. deden™ Says:

    hehehe semakin hebat nih si akang manztea, tak terkejar lagi teknik menggocek bolanya.

    *waduh lagi musim salju nih …*

  4. manztea Says:


    @cebong
    amin…. boljug juga tuh idenya
    @cantigi
    terinspirasi punya akang…. makasih ya kang ingin belajar banyak dari akang nih…
    @Kand Deden
    Di tackling aja kang…. pingin ngerasain salju nih…
    @indra1028
    Mudah-mudahan …..

  5. hawee Says:

    selamat Idul Adha 1429 H

  6. Anang Says:

    met idul adha… turut berduka buat para mbek yang dibantai… he

  7. Kaka Says:

    met ber kurban mas. kurban gak ?

  8. suwung Says:

    nehnik sseo yang akurat

  9. Febry Says:

    Mudahan hari raya idul adha menambah rasa solidaritas dan kebersamaan kita yg mungkin2 dari hari ke hari smakin luntur di dalam kehidupan kita apalagi dunia in mengalami krisis global mudah2an rakyat indonesia mampu brtahan dlm kbrsamaanny..Amin

  10. bocahkureng Says:

    Buat apa ya kok dilink-link begitu?

    BTW, Semoga kita termasuk orang-orang yang ringan berkurban untuk kebaikan.

  11. sapimoto Says:

    Waduh, lha kok malah isinya kumpulan surat kabar….
    Selamat Hari Raya Idul Adha…

  12. Gusti Dana Says:

    Met Hari Raya Idul Adha 1429 H semua.:-)

    Mudah-mudahan tiap tahun kita yang memberi kurban dan bukan menjadi yang menerima kurban.


  13. Komentar saya hari ini idem sama semua komentar di atas, thanks.


  14. maaf nich saya baru dapat berkunjung, ya….karena beberapa hal saya tidak dapat melakukan blogwalking namun semoga tidak membuat sahabat mayaku sekalian melupakan…..

    saya titipkan pesan ini, semoga banyak yang membaca dan memakluminya…….

    tetap berjaya blogger Indonesia

  15. petak Says:

    Tulisannya oke
    sambungannya juga pas :)


Leave a Reply