Idul Adha Sebagai Wahana Solidaritas Sosial
Desember 8, 2008
Sebelum Fajar menyingsing, takbir bergema di luasnya cakrawala, menyebut nama sang pencipta saling bersahut-sahutan. Perlahan-lahan sang Surya mulai menampakkan sinarnya menunggu Detik-detik persembahan seorang hamba untuk khalik-Nya. Ketika semua proses persembahan sudah selesai, terbersit perasaan lega dihati bahwa kita sudah mampu berkurban atas nama sang khalik bukan atas nama yang lain.
Itulah sedikit ilustrasi dalam proses kurban pada hari raya idul adha. Sesungguhnya hari raya idul adha merupakan hari raya yang mempunyai hikmah yang sangat besar. Salah satunya adalah sebagai wahana solidaritas sosial. Mengapa demikian, karena dengan berkurban kita diajarkan untuk dapat melatih kepekaan sosial dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang belum beruntung dalam hal kesejahteraan. Sehingga dengan berkurban dapat menjadi Kompas kita untuk menjaga rasa kepedulian sosial kita. Berkurban pada saat sekarang ini bak Pelita didalam kegelapan, dimana dengan situasi ekonomi yang sedang terpuruk daging kurban menjadikan Sinar Harapan dan suatu berkah yang besar bagi saudara-saudara kita yang hanya bisa menikmati rasanya daging hanya pada hari raya idul adha.
Jadi dengan berkurban dapat menjadikan kita sebagai orang yang Bernas dalam menyikapi kesetiakawanan sosial juga menjadi orang yang selalu Waspada akan terjadinya penurunan kesetiakawanan sosial pada diri kita. Semoga hari raya idul adha kali ini bisa membawa manfaat yang lebih besar tidak hanya untuk yang berkurban tetapi juga bagi yang menerima daging kurban.






Desember 8, 2008 at 21:47
wew, nama nama surat kabar
bisa aja nyambunginnya
kapan niy spesies amphibi di ekspos, cebong, kodok, kadal dan kawan2
*siapa yg sudi seraching dg keyword macem begitu Bong? T_T
smg taon depan di beri rejeki lbh lagi, biar bisa berbagi, amiiin
Desember 9, 2008 at 09:01
theme_nya sm dg cantigi ya. keren, simple & bersih.. ^_^
Desember 9, 2008 at 10:16
hehehe semakin hebat nih si akang manztea, tak terkejar lagi teknik menggocek bolanya.
*waduh lagi musim salju nih …*
Desember 9, 2008 at 10:44
Semoga….
Desember 9, 2008 at 14:37
@cebong
amin…. boljug juga tuh idenya
@cantigi
terinspirasi punya akang…. makasih ya kang ingin belajar banyak dari akang nih…
@Kand Deden
Di tackling aja kang…. pingin ngerasain salju nih…
@indra1028
Mudah-mudahan …..
Desember 9, 2008 at 15:14
selamat Idul Adha 1429 H
Desember 9, 2008 at 15:22
met idul adha… turut berduka buat para mbek yang dibantai… he
Desember 9, 2008 at 16:25
met ber kurban mas. kurban gak ?
Desember 9, 2008 at 17:12
nehnik sseo yang akurat
Desember 9, 2008 at 17:19
Mudahan hari raya idul adha menambah rasa solidaritas dan kebersamaan kita yg mungkin2 dari hari ke hari smakin luntur di dalam kehidupan kita apalagi dunia in mengalami krisis global mudah2an rakyat indonesia mampu brtahan dlm kbrsamaanny..Amin
Desember 9, 2008 at 17:49
Buat apa ya kok dilink-link begitu?
BTW, Semoga kita termasuk orang-orang yang ringan berkurban untuk kebaikan.
Desember 9, 2008 at 17:53
Waduh, lha kok malah isinya kumpulan surat kabar….
Selamat Hari Raya Idul Adha…
Desember 9, 2008 at 23:13
Met Hari Raya Idul Adha 1429 H semua.:-)
Mudah-mudahan tiap tahun kita yang memberi kurban dan bukan menjadi yang menerima kurban.
Desember 10, 2008 at 11:53
Komentar saya hari ini idem sama semua komentar di atas, thanks.
Desember 10, 2008 at 20:12
maaf nich saya baru dapat berkunjung, ya….karena beberapa hal saya tidak dapat melakukan blogwalking namun semoga tidak membuat sahabat mayaku sekalian melupakan…..
saya titipkan pesan ini, semoga banyak yang membaca dan memakluminya…….
tetap berjaya blogger Indonesia
Desember 11, 2008 at 00:07
Tulisannya oke
sambungannya juga pas