Opini

Tawuran

Tawuran

Tawuran, hemmm kata-kata itu sepertinya semakin akrab saja dengan telinga kita. Biasanya kata tersebut kita gunakan kalau terjadi bentrokan antar kampung atau antar 2 desa bertetangga atau perselisihan antar RT di lingkungan RW dimana kita tinggal. Tetapi sepertinya kegiatan tersebut mulai merambah tidak hanya perselisihan antar kampung, tetapi antar institusi juga sering terjadi, bahkan yang mengkhawatirkan kita adalah perselisihan antar kampus.

Tawuran atau perselisihan ini semakin sering terjadi antar 2 kampus yang berbeda, padahal pemicunya hanya hal-hal yang nampaknya sepele saja. Kenapa tawuran bisa terjadi di lingkungan yang kata orang adalah lingkungan intelek yang mempergunakan otaknya untuk menyelesaikan masalah ketimbang otot ???. Apakah hal ini disebabkan keadaan sosial kita yang sedang berubah ? atau kegagalan institusi pendidikan yang seharusnya dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap hasil yang didapat dari pendidikan itu sendiri ? tak tahulah saya ……………..

Coba kita bayangkan kalau orang-orang yang berpendidikan saja menyelesaikan masalah dengan menggunakan ototnya, bagaimana dengan orang-orang yang tidak berpendidikan menyelesaikan permasalahan, mungkin tidak hanya otot tetapi mungkin lebih dari pada itu. Kehancuran yang ditimbulkan oleh orang-orang yang katanya berpendidikan tinggi itu sudah sedemikian menakutkan, apalagi dengan orang yang tidak pernah memakan bangku pendidikan tinggi mungkin kerusakan yang ditimbulkan akan lebih besar lagi.

Alangkah ruginya kalau hasil pendidikan tinggi kita hanya menghasilkan orang-orang yang hanya perkara sepele saja menggunakan ototnya untuk menyelesaikan masalah. Kalau hasilnya hanya sebegitu, lebih baik waktu dan uang yang digunakan untuk menempuh pendidikan tinggi itu dijadikan modal saja untuk berlatih tinju ukurannya sudah jelas disamping mendapatkan uang yang banyak, bisa terkenal dan kaya kalau berhasil meskipun badan rusak tapi ada hasilnya. Apakah hasil yang seperti itu yang diinginkan para orang tua mendaftarkan anaknya di perguruan tinggi ???. Bagaimana mana anda menyikapi hal seperti itu………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s