Opini

Kutip Mengutip

Habis dari mana lur ……… Keren banget hari ini. Habis dari kelurahan nih, ngurus KTP yang kadaluarsa. Nggak biasanya kamu datengin kelurahan, untuk urusan yang gituan mah kamu malas banget. Kayaknya kamu takut ya……..?. Takut apaan emang….. ?. Takut ada razia wajah jelek he he he…… Atau memang kamu penduduk gelap, kagak punya kartu identitas, nanti kena operasi yustisi. Yaaa gituuu deh…….. Di kutip berapa ?

Kata kutip sepertinya mempunyai banyak makna, tergantung dari topik apa yang sedang kita bicarakan. Tetapi sepertinya kata kutip ini maknanya sudah diasosiasikan dengan makna yang kurang bagus, biasanya bermakna berapa pungli alias pungutan liar dimana kita harus membayar sejumlah uang diluar ketentuan yang berlaku. Bisa juga bermakna pungutan uang yang tidak jelas aturannnya atau tidak ada peraturannya sama sekali. Seperti polisi cepek yang di tiap perempatan jalan mengatur lalulintas dengan mengutip recehan pada tiap pengendara, bahkan wakil-wakil kita yang katanya terhormat di gedung dewan mengutip bukan recehan lagi tapi berkarung-karung recehan untuk setiap proyek yang membutuhkan persetujuan dewan kepada para pengusaha. Dan sudah menjadi kebudayaan di kita setiap pelayanan publik pasti ada kutipan (harus membayar sejumlah uang diluar ketentuan yang sudah ditetapkan).

Dalam hal menulis, kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang, atau ucapan seseorang yg terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Diperkenankan tapi tidak berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya terdiri dari kutipan-kutipan (PLAGIAT). Sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat tulisannya. (Untuk lebih jelas tentang kutipan silahkan kunjungi www.stikim.ac.id/stikim/download/skm/KUTIPAN.ppt)

Dalam dunia blogger, untuk menulis postingan harus juga memperhatikan masalah kutip mengutip ini, jangan sampai ketika kita kehabisan bahan untuk menulis postingan asal comot aja materi blog orang lain di pindahkan ke blog kita. Tentunya hal demikian melanggar etika, meskipun dunia maya yang katanya dunia yang bebas untuk mengekspresikan diri, tetapi kebebasan yang tetap harus menghargai karya orang lain. (Untuk membuat cara kutipan yang baik di blog, kunjungi saja blog A. Fatih Syuhud)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s