Opini

Kasus Ananda Mikola dan Marcella Zalianty membuka Cakrawala kita dalam Bertindak

Mencermati kasus selebriti yang tersangkut masalah hukum, akan membuat kita bertanya-tanya, akan dibawa kemana sebenarnya kasus ini ?. Mengapa perhatian media begitu antusias terhadap kasus Ananda Mikola dan Marcella Zalianty, sampai-sampai beritanya berpindah dari satu media ke media lainnya, begitu seterusnya. Kalau kita iseng hitung-hitung liputannya di hampir semua media televisi kalau dijumlahkan hampir 50% durasi siaran dari 24 jam siaran. Luar biasa !!.

Kemudian kedua kubu yang berseteru sekarang ini saling membuat pernyataan di media untuk mendapatkan Simpati dan opini publik. Apalagi kalau yang terkena masalah hukum adalah selebriti, pasti akan menjadi bulan-bulanan infotainment, yang bisanya sih IM3 (Ikut menambahi, membumbui, mendramatisir) sehingga permasalahannya semakin jauh melebar. Belum lagi ada orang ke 3, dimana kedua pengacara yang membela klien masing-masing juga saling berseteru diantara dua asosiasi pengacara yang berbeda. Lengkaplah sudah permasalahan didalamnya.

Sebenarnya sih buat kita orang awam yang diharapkan adalah beri kesempatan kepada penegak hukum untuk bekerja dengan ukuran-ukuran yang sesuai, misal kalau ukurannya M jangan dipaksakan memakai ukuran XL, begitu sebaliknya. Artinya biarkan penegak hukum yang berwenang untuk melakukan pekerjaannya dengan melakukan pemeriksaan sesuai dengan apa yang didapat dari hasil pemeriksaan, jangan ada intervensi dari kedua belah pihak juga dari pihak yang lain, yang malah akan mengaburkan permasalahan dari yang sebenarnya.

Dari kasus Ananda Mikola dan Marcella Zalianty setidaknya akan membuka Cakrawala kita dalam bertindak, bahwa sekalipun kita merasa dizalimi orang atau ditipu orang tetapi kalau cara yang kita ambil salah, maka konsekuensinya akan berhadapan dengan hukum. Mudah-mudahan para penegak hukum dapat bertindak dengan tepat, sehingga hukum di negara kita bisa seperti Mentari yang tidak memandang miskin, kaya, jelek, cantik, terkenal, atau orang biasa, tetap memberikan sinarnya. Artinya hukum tidak memandang bulu, siapapun yang bersalah harus dihukum, juga hukum tidak boleh mendiskriminasi artinya ada perbedaan perlakuan hukum terhadap pelanggar hukum. Sehingga hukum akan menjadi suatu Axis (poros) yang tidak terpisahkan dari cara kita berhubungan dengan orang lain. Semoga.

Iklan

18 thoughts on “Kasus Ananda Mikola dan Marcella Zalianty membuka Cakrawala kita dalam Bertindak


  1. @turah untung
    dimana pun gaya preman memang ga disukai 🙂
    @Kang Deden
    Ngga kang dirubah dikit
    @Cantigi
    Betul kang, yang susah tingkah dan ucap yang sama …..
    @Cebongipiet
    Kalo cw kayaknya seneng IM3(ikut membumbui, memanaskan, mendramatisir) he he…. co jg kayanya
    @W2n
    Pelajaran buat kita, pikir dulu sebelum berbuat…
    @Nahrawisagita
    Betul kang

  2. Saya setuju dengan cara beritndak, sekalipun kita didzolimi bukan berarti kita dapat sesuka hati menanggapinya, melainkan harus diingat bahwa semua ada aturan mainnya, jadi tidak perlu brutal dibalas brutal sebab itu menyebabkan kita tidak ada bedanya dengan sipelaku tidak terpuji itu


  3. @petak
    ekornya publisitas kalo kepalanya apa yah….. duit kali ya he he
    @Rita
    siiiiip mbak
    @Humorlucu
    sejak kapan ganti baju nih….. wah dah bs no comment calon artis nih
    @muhammadsugiono
    apa ngga kebalik mas ?
    @n-Ry
    makasih juga
    @Jalidu
    mudah-mudahan sih mereka tahu konsekuensinya
    @meylya
    salam kenal juga, ma kasih dah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s